Haedong Gumdo (HD) atau biasa juga disebut dengan Haidong Gumdo, adalah seni tarung pedang korea. Dari hasil pengamatan video demonstrasi yang banyak beredar di internet, seni ini tampak serupa dengan seni pedang jepang “kenjutsu”. Walaupun demikian, tampak komponen-komponen gerakan khas korea dalam seni ini, misalnya gerak cepat pedang yang sambung-menyambung. Dalam kenjutsu, eksekusi satu tebasan akan tampak sebagai satu eksekusi tunggal, meskipun tebasan lainnya bisa mengikuti. Dalam HD, menurut kesan yang saya tangkap, tebasan-tebasan yang dilakukan didasarkan pada kerangka pikiran petarung bahwa tebasan ini belum akan berhenti pada setelah tebasan pertama, melainkan akan disambung dengan tebasan kedua dan seterusnya.
HD didirikan oleh orang-orang yang melepaskan diri dari Asosiasi Kumdo Korea. HD tampak memiliki gaya yang berbeda dengan kumdo yang baku, dengan menekankan gaya tarung asli “medan tempur” korea, dan bukan gaya tarung “satu lawan satu” kumdo atau daehan kumdo. Perlu diketahui bahwa kumdo atau daehan kumdo memiliki gaya dan aturan yang hampir sama dengan kendo.
Nama haedong gumdo berasal dari Haedong Seongguk Balhae (해동발해), yang terkait dengan Balhae, kerajaan abad pertengahan di selatan Manchuria. Para praktisi HD biasa berlatih teknik-teknik dasar (kibon), bentuk (geombeop atau pumsae), latih tanding langkah (yaksuk daeryun), latih tanding (hada), latihan pembangkitan tenaga (qi gong) dan latihan menebas (begi). Latihan dasar dilakukan dengan mokgum (pedang kayu). Latih tanding dimulai dengan pedang bambu (chukdo), berlanjut je mokgum, dan bisa berlanjut ke senjata latih beban dengan bantalan pelindung atau pakaian pelindung (tergantung pada perguruannya). Bentuk-bentuk dalam HD berasal dari gerakan-gerakan gicheon (bentuk seni beladiri Korea serupa Tai Chi Chuan), dan berbagai pola teknik pedang dalam Muye Dobo Tongji (Panduan Bergambar Seni Beladiri). Bentuk-bentuk baldo dan chakgeom (menghunus dan menyarungkan pedang) juga dikembangkan. Bentuk-bentuk lain yang diajarkan dalam HD antara lain: ssangsu geombeop (쌍수검법) atau metode dua pedang; yedo geombeop (예도검법), wae geombeop (왜검법) atau metode Jepang, dll.
Tulisan ini masih akan terus berkembang…
No Comments Yet
Belum ada komentar.
Komentar RSS Lacak Balik URI Pengenal
Tinggalkan komentar
